oleh

Inisiator LSN Siap Pimpin PSSI

Ligasantri.com, Jakarta – Polemik Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) pimpinan Edy Rahmayadi, telah mencapai klimaks. Hal itu ditandai dengan pengumuman mundurnya Edy sebagai Ketua Umum PSSI pada sabtu (19/01/2019) kemaren. Untuk sementara posisi Edy PSSI digantikan oleh Djoko Driyono.

Merespon kosongannya kepemimpinan PSSI, Inisiator Liga Santri Nusantara (LSN), Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin dalam akun twitter pribadinya menyatakan siap pimpin PSSI.

“Saya siap memimpin PSSI, biar beres, biar berprestasi, masuk gelanggang dunia,” cuitnya, Rabu (23/01/2019) pagi.

Hadirnya figur santri dalam gelanggang sepak bola, bukan hal aneh dan baru. Sebelumnya, KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, paman Cak Imin, juga tertarik pada dunia sepak bola.

Cucu KH. Hasyim Asy’ari itu bahkan aktif sebagai komentator bola. Pada era 90-an banyak tulisannya tentang bola menghiasi media tanah air. Ia juga pernah melontarkan pernyataan agar para ulama pondok pesantren ikut nonton Piala Dunia, disampaikan pada bula Maret 1996, di gedung PDAM Surabaya.

Cak Imin dan LSN

Kecintaan Cak Imin pada sepak bola, bukan isapan jempal. Ia adalah pribadi yang cukup serius dalam mewujudkan mimpinya agar para santri bisa memiliki kompetisi sendiri dalam mengasah bakat sepak bola.

“Oleh sebab itu, ajang kompetisi sepak bola Liga Santri Nusantara dibentuk untuk menjadi wadah yang tepat dalam memfasilitasi lahir dan tumbuh kembangnya bibit pesepakbola profesional yang dapat mengusung nama baik Indonesia di ajang sepak bola nasional dan internasional,” ungkapnya, dalam pembukaan turnamen LSN 2017.

Cak Imin pun mengaku bahwa ide LSN terinspirasi dari mantan Presiden Republik Indonesia ke-4, Gus Dur. Bahkan, ia mengatakan mantan ketua PBNU itu adalah orang yang berjasa mengajarinya sepak bola di waktu kecil.

“Orang pertama, pelatih pertama saya main bola itu Gus Dur. Bahkan bola kulit yang Gus Dur bawa dari Jakarta mungkin itu bola kulit pertama yang ada di pesantren di Jombang. Bayangin, tahun segitu saya santri baru tahu ada bola dari kulit,” kenang Cak Imin.

LSN yang didukung oleh Kemetrian Pemuda dan Olahraga, sejak 2015 telah rutin menyelanggarakan kompetisi tiap tahunnya. Banyak bibit sepak bola baru lahir dari kompetisi ini, terutama dari kalangan pesantren. Jebolan LSN yang cukup mentereng dan menjadi punggawa Timnas U-18 dalam kejuaraan AFF 2017 adalah M. Rafli Nursalim. [AD]

Share ke :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 comments