Liga Santri Piala Kasad 2022 Diharapkan Munculkan Bibit Pemain Tingkat Regional dan Nasional

Surabaya, memorandum.co.id – Delapan tim Piala Kasad Liga Santri PSSI 2022 bertarung untuk memperebutkan tiket final ke pusat.

Delapan tim dari pondok pesantren (ponpes) di Jatim untuk tingkat Kodam ini dibagi menjadi dua grup. Di grup A yang digelar di Lapangan Rampal Malang terdiri dari Darul Huda Mayak Ponorogo, eLKISI Mojokerto, Darussolihin Surabaya, dan Darussalam Banyuwangi. Sedangkan di grup B yang digelar di Stadion Brawijaya ditempati Anharul Ulum Blitar, Al-Ma’ruf Kediri, Manba’ul Hikam Sidoarjo, dam Assalam Pasuruan.

Di pertandingan perdana di Stadion Brawijaya yang mempertemukan Anharul Ulum Blitar vs Assalam Pasuruan berakhir imbang dengan skor 2-2. Sedangkan di pertandingan kedua yang mempertemukan Al-Ma’ruf Kediri vs Manba’ul Hikam Sidoarjo dimenangkan oleh Manba’ul Hikam Sidoarjo dengan skor 1-0.

Ketua penyelenggara di tingkat Kodam, Kolonel Inf Nanang Arianto mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan kerja sama antara Kasad dengan Ketua Asprov PSSI Pusat.

“Intinya beliau ingin memberikan sentuhan kepada kalangan santri, selama ini PSSI mengakui di kalangan santri pembinaan sepak bola belum tersentuh,” ujar pamen yang juga Kajasdam V/Brawijaya ini, Kamis (18/8).

Tambah Nanang, bahwa pemain nasional yang berkiprah dari kalangan santri ada lima orang seperti Tatang Sulaiman cs. “Diharapkan dari pesantren ini muncul bibit pemain tingkat regional dan nasional,” jelasnya.

Lanjutnya, dibuka oleh Kasad di Jombang, serentak diikuti 1.511 tim ponpes se-Indonesia. Di Jatim sendiri ada 264 tim yang tersebar di 28 titik dan 34 kota/kabupaten di Jatim.

“Dari 264 tim dipilih tingkat kodim yang terbaik dan beberapa kodim runner up terbaik di tingkat korem menjadi 43 tim di 4 korem. Masing-masing di Malang (13 tim), Surabaya (12 tim) dan Mojokerto serta Madiun (9 tim),” tambah Nanang.
Dari 43 tim itu, tambah Nanang menjadi delapan tim yang bermain di dua grup.  “Penyelenggaraan di dua stadion. Grup A di Rampal Malang, dan grup B di Stadion Brawijaya. Nantinya dari maisng-masing grup akan diambil juara dan runner up,” ujarnya.

Nanang menambahkan, bahwa untuk kuota Jatim di tingkat nasional kemungkinan tiga tim dari 43 tim di pusat.
“Jatim pesertanya terbanyak. Kemudian kedua regulasi dijalankan kodim dan korem diapresiasi pusat dan merupakan yang terbaik. Harapannya tim di Jatim bisa bicara banyak di pusat,” pungkas Nanang.

Sementara itu, Bidang Kompetisi Asprov PSSI Jatim Arif menambahkan, bahwa Asprov Jatim dalam hal ini mendukung KASAD dan PSSI Pusat.

“Kami dalam hal ini mendukung Kasad dan PSSI Pusat. Diharapkan ini untuk mencari bibit baru pemain di samping kompetisi yang sudah diselenggarakan selama ini,” pungkas Arif. (fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *