BAGIKAN
Bandung – Tim kesebelasan Pesantren Arraisiyah sukses melangkah ke semi final Liga Santri Nusantara (LSN), setelah berhasil mengentaskan perlawanan kesebelasan Pesantren Walisongo lewat gol tunggal A. Ikhwan, di Stadion Siliwangi, Bandung (27/10/2017).
Jalannya Pertandingan
Bermain menggunakan seragam merah biru, Walisongo terlihat lebih menguasai pertandingan. Mereka sempat mendapat peluang bersih ketika umpan terarah Ulul Azmi kepada Triyono membelah pertahanan Arraisiyah. Tapi tendangan datar Triyono meleset ke sisi kiri gawang.
Sementara Arraisiyah berupaya membangun serangan ala tiki-taka dari belakang. Namun usaha Arraisiyah tertahan oleh pressing lini tengah Walisongo yang kerap memaksa para bek melakukan tendangan jauh ke depan.
Walisongo kembali mendapat peluang pada menit 33 ketika tandukan M. Yusuf menyambut sepak pojok membentur barisan pertahanan lawan di mulut gawang. Walisongo kembali melakukan serangan melalui M. Yusuf lewat tendangan bebas dari sisi kanan kotak penalti lawan. Tapi kiper Arraisiyah Ryansani, sigap menepis bahaya. Babak pertama berakhir 0-0.
Pada babak kedua Arraisiyah langsung menghentak pertahanan tim Walisongo. Alhasil, gol cepat A. Ikhwan pada menit 38 membuat Arraisiyah unggul 1-0.
Berawal dari kelengahan lini belakang Walisongo dalam mengantisipasi umpan pemain Arraisiyah membuat penyerang bernomor punggung 7 ini bisa menendang bola dengan leluasa. Sepakan A. Ikhwan sempat diblok kiper Walisongo, namun tinju kiper Walisongo kurang sempurna membuat bola tetap bergulir ke gawang.
Kecolongan saty gol cukup mengganggu konsentrasi pemain Walisongo. Beberapa kali lini belakang tim merah biru ini lalai mengawasi pergerakan tim lawan. Sayang beberapa peluang Arraisiyah terbuang percuma.
Terganggunya konsentrasi para pemain Walisongo ini tidak dimanfaatkan Arraisiyah untuk terus menekan dan memaksa kesalahan lawan. Mereka memutuskan untuk sedikit menurunkan garis pertahanan dan lebih banyak menunggu.
Meski terus menekan, Walisongo gagal mencetak gol balasan hingga peluit akhir dibunyikan.
Pelatih Arraisiyah Taul Artawijaya, mengaku bangga dengan daya juang dan kerja keras yang ditunjukkan anak-anak asuhnya. Meski jadwal yang padat membuat para pemain kelelahan, tapi para pemain Arraisiyah mampu menundukkan tim yang menurutnya memiliki kekuatan lebih baik.
Di lain pihak, pelatih Walisongo Mustawa, mengatakan tidak mau larut dalam kekecewaan meski timnya yang lebih menguasai permainan harus mengepak koper terlebih dulu. Kelengahan yang membuat timnya kebobolan baginya adalah kenyataan yang mesti diterima dalam sepakbola.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here